DPRD Babel Berharap Babel Menjadi Host POSPENAS

Jakarta - Dalam rangka persiapan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) ke-VII yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 22 s.d. 28 Oktober 2016 di Provinsi Banten, Pimpinan DPRD Dedi Yulianto beserta Anggota Komisi IV DPRD Bangka Belitung melakukan Kunjungan kerjaguna Konsultasi dan koordinasi ke Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI guna mencari data informasi tentang pelaksanaan Pospenas yang tidak lama lagiakan berlangsung. Rombongan diterima langsung diruang siding oleh Sekretaris Umum Panitia Kerja Tetap Nasional (Panjatapnas) bersama beberapa orang Kepala Bagian.
”Kegiatan non formal ini dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, jadi kita sama – sama berharap untuk pelaksanaan Pospenas berikutnya setelah tahapan Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Tingkat Daerah (Pospeda), Bangka Belitung dapat menjadi tuan rumah”, ujar Dedi Yulianto memulai sambutannya.
Dalam pertemuan ini, Ketua Komisi IV Subandri Husein menanyakan bagaimana mekanisme sebuah provinsi dapat ditunjuk menjadi tuan rumah, H Abdul Adli selaku Sekretaris Umum Panjatapnas menjelaskan yang pertama adalah mengajukan proposal. Di dalam proposal dinilai yang paling berat bobotnya adalah surat pernyataan dari Gubernur yang berbunyi siap melaksanakan POSPENAS dengan segala konsekuensi yang ada. Setelah itu panitia kepenunjukan tuan rumah akan mengadakan rapat dan melakukan survey sarana dan prasarana olahraga. Kalau semua mekanisme dinilai fix maka, provinsi tersebut lulus seleksi.
“Panjatapnas sendiri telah melakukan penandatangan kesepakatan MoU oleh 6 (enam) Kementerian yakni Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kemenkes, Kemenpora, Kemendikbud, dan Kementerian Pariwisata”, ujarnya
Lebih lanjut Abdul Adli menyampaikan bahwa, ada beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan cabang seni yang akan diperperlombakan pada Pospenas VII  yaitu, bola voly, bola basket, bulutangkis, tenismeja, pencak silat, sepak takraw, futsal, senam santri dan hadang, sedangkan cabang seni yang akandilombakanadalahsenimusikIslami, kaligrafi, pidato 3 bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris), fotografi Islam, senilukis Islami, seni kriya, seni hadrah, video cerita pendek, seni teater, cipta puisi, stand up comedy, seni qasidah klasik dan fashion Islam.
Sementera itu, pertanyaan oleh Adet Mastur Sekretaris Partai PDI Perjuangan yakni tentang klasifikasi untuk peserta Pospenas, langsung mendapat jawaban dari Abdul Hadi yaitu berusia tidak kurang dari 12 tahun dan tidak lebih dari 18 tahun setara usia pelajar tingkat SMP dan SMU sertawajib berada di pondok (mondok) minimal 1 (satu) tahun.
Untuk diketahui, seluruh cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan cabang seni yang akan diperlombakan akan diikuti oleh kurang lebih 5000 santri, offisiel dan pembina santri dari seluruh Indonesia. Sebelum mengakhiri paparannya, Abdul Adli menghimbau kepada Direktur Pondok Pesantren dan para Kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia, bertisipasi aktif untuk turut mensukses kan kegiatan Pospenas di Banten, terutama menyiapkan anggarannya, baik itu untuk Pospedadan Pospenas itu sendiri.
Lanjutnya, dalam kegiatan ini seluruh pihak baik Panitia pusat dan panitia local harus selektif penerimaan peserta Pospenas agar tidak terjadi pelanggaran,  peserta harus benar-benar santri dari Pondok Pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama. Rencananya pembukaan dan penutupan Pospenas ke-VII tahun 2016 di Banten akan dibuka oleh Presiden RI dan Wakil Presiden. Dalam Pospenas di Banten nanti  dihadiri oleh Kementerian terkait, sekaligus meresmikan “HariSantri”.  (Humas Set. DPRD : Reni Pebrianti)

Alamat Kantor : Komplek Perkantoran & Pemukiman Terpadu Pangkalpinang  - Indonesia

Telp : (0717) 433544, 433540, 433541, 433542

e-mail Informasi dan Pengaduan: humas@dprd-babelprov.go.id cc humas.dprdbabelprov@gmail.com