Hari Pertama Reses, Amri Cahyadi Serap Aspirasi Warga Di Dua Titik.

20

January 2020

Hari Pertama Reses, Amri Cahyadi Serap Aspirasi Warga Di Dua Titik.

Bangka, Humas - Wakil Ketua III DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi, ST, di hari pertama Reses I Masa Sidang 2020 menyambangi masyarakat di 2 titik berbeda di Kab. Bangka guna menyerap aspirasi warga masyarakat. Lokasi pertama yang menjadi tujuan politisi PPP ini adalah Desa Pangkal Niur, Kecamatan Kelapa, Kab. Bangka. Pertemuan dengan warga Pangkal Niur ini juga dihadiri oleh beberapa dinas di Lingkungan Pemerintah Prov. Kep. Bangka Belitung diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kelautan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Biro Kesejahteraan dan Dinas Pertanian.

Berbagai aspirasi dilontarkan warga yang hadir saat itu seperti usulan untuk dianggarkan dana pengembangan SDM Masjid hingga keluhan terkait pelayanan kesehatan pasien BPJS.

"Kami pasien BPJS sempat dirawat 3 hari kemudoan disuruh keluar, baru kemudian daftar ulang kembali." Keluh salah satu warga.

Selain itu, Sugandi, menginginkan Madrasah Aliyah yang saat ini berada di desa, yang masih berstatus swasta, untuk di-negeri-kan.

"Mohon di-negeri-kan, Pak. Karena faktanya madrasah ini banyak menerima siswa kurang mampu di sekitar Pangkal Niur." Ucap Sugandi.

Menanggapi aspirasi warga, Amri sepakat bahwa SDM masjid harus ditingkatkan, namun hal ini terkendala aturan dan anggaran.

"Untuk dapat bantuan SDM, maka rumah ibadah harus berstatus aset desa, bukan yayasan, namun untuk mendapatkan banyian hibah harus berstatus yayasan, ini dilema, tapi kami akan usulkan pelatihan langsung kepada pengurus masjid." Jelas Amri.

Terkait pelayanan kesehatan, Amri mengaku terkejut dan akan bertemu langsung dengan kepala BPJS guna menanyakan aturan akan hal ini. Dinas Kesehatan pun menjelaskan bahwa dalam aturan yang berlaku memang dibatasi 3 hari, namun aturan tersebut akan direvisi.

Lokasi kedua yang dituju Amri Cahyadi adalah Lingkungan Jelutung, Kelurahan Sinar Jaya Jelutung, Kecamatan Sungailiat. Antusiasme warga mengikuti temu muka dengan wakil rakyat ini dimanfaatkan langsung untuk mengeluarkan aspirasi mereka.

Rusadi, warga sekitar yang berprofesi sebagai nelayan mempermasalahan kapal isap di daerah perairan matras. Menurut pria paruh baya ini, ia harus mencari ikan cukup jauh karena ekosistem sudah terganggu, sedangkan status nelayan banyak nelayan kecil, sehingga resiko semakin besar.

"Pemerintah mencanangkan pariwisata, tapi kondisi pantainya hancur, alangkah ironisnya. Tolong carikan solusi, bagaimana kami para nelayan kecil bisa mencari nafkah dengan nyaman dan aman." Pinta Rusadi.

Amri Cahyadi mengaku memang ada penolakan dari masyarakat. Dia pun bersama DPRD memang tidak bisa memutuskan, tapi punya hak untuk memberikan tanggapan dan rekomendasi kepada gubernur dan bupati untuk lanjut apa tidak.

"Saya dan DPRD Provinsi sepakat Pantai Matras harus kita jaga. Pada Raperda Zonasi, di kawasan matras bersinggungan antara tambang, pariwisata, dan nelayan, kami meminta dikaji kembali, makanya kemarin belum kami paripurnakan. Kita sama2 berharap, draft ini bisa dikaji ulang agar nelayan bisa melaut dengan nyaman." Jelasnya lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan, Raperda Zonasi juga mengatur pemberian izin lokasi terhadap pesisir pantai untuk objek wisata. Warga diharapkan kompak dan sabar, jangan anarkis.

"Diusahakan komisi III memanggil pihak terkait untuk menentukan titik-titik yang sesuai." Tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Ibu Winda, Ketua RT setempat mengeluhkan data penerima bantuan BPJS banyak yang tidak valid, hal ini kadang menyusahkan petugas survey karena warga yang didata sebagai kurang mampu, namun pada saat disurvey, banyak aset berharga yang dimiliki. Selain itu, terkait bantuan subsidi gas LPG, para RT setempat mengaku dilema karena kerap terjadi kecemburuan sosial.

"Seakan kami dari perangkat desa dianggap curang. Kami dari RT selektif menentukan warga. Menurut kami layak, kami data, namun jika tidak, tidak akan didata." Lontar Ibu Winda

Menanggapi hal ini, Amri sangat berterima kasih atas ketegasan para RT setempat, ia pun menghimbau bagi warga yang mampu, selayaknya membantu.

"Anggap saja apa yang kita beri menjadikan kita semakin sehat dan terhindar dari penyakit, itu kiat saya." Sarannya.

Menutup pertemuan dengan warga Jelutung, Sinar Jaya, Amri Cahyadi pun memberikan bantuan secara simbolis kepada warga, dengan harapan warga dapat terus bersemangat dan sejahtera.

Humas.

 
© 2018 DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. All Rights Reserved.